Showing posts with label Pertunjukan. Show all posts
Showing posts with label Pertunjukan. Show all posts

Tuesday, October 28, 2008

Indonesia in Bazaar Fashion Concerto 2008

Photobucket

“Bazaar Fashion Concerto 2008” was held in Plenary Hall – Jakarta Convention Centre last Thursday (23 October 2008), to commemorate the Indonesian legendary singer Chrisye. It is a biannual event of Harper’s Bazaar Indonesia magazine; this year's event theme was “Tanah Air” (motherland, local term literally translated as earth - water), as an appreciation of Indonesian artists especially in fashion and music. Designers contributing to the shows are Adrian Gan, Didi Budiardjo, Norman Ang, and Rinaldy A. Yunardi. Glenn Fredly, Lea Simanjuntak, Waljinah dan Gita Gutawa were accompanied by Erwin Gutawa Orchestra performing Chrisye’s golden hits in orchestral arrangements. And Jay Subijakto creatively directed the show.















{Glen Fredly, Lea Simanjuntak, Waljinah, and Gita Gutawa}

It is quite a blend of show between fashion and music, with some accentuation of singer’s characters that successfully hypnotizing audience. If you happened to know Waljinah (how I love her!), she was performing the song Semusim in her very own Javanese traditional singing style in orchestra. Glen Fredly, Gita Gutawa, and Lea Simanjuntak were also grabbing big applause to deliver Chrisye’s hits in their style.

Fashion shows was, I better let you have your own idea by seeing some of the shots below. It is indeed a show of exploration of Indonesian culture in theme. Designer Norman Ang (related to Heliopolis) was bringing the series of Indonesian cultural heritage entitled as Mahardika Imajinasi Ekspresi (expression imagination freedom). It was sown in an ancient Indonesian royal parade style.










{Kelana Apo Kayan, from Didi Budiarjo}

The romantic gown designer Didi Budiarjo was lively interpreting the theme Kelana Apo Kayan as a series of adventures of Dayak’s material and colors (Borneo’s local tribe). It was indeed a series of casual, elegant, and colorful gowns, which to my simple opinion as a futuristic modern Indonesian culture based gowns. Definitely having Indonesian flavors.

Cakra Manggilingan is the theme of Rinaldy A Yunardi’s collection performing drama of life. He explored materials, like peacock’s feather etc. and creating body size iconic symbols. To mention his series as a show is quite an understatement. Unfortunately I could not show you much better pictures, my excuse.

And so with Adrian Gan that was presenting a collection called Lembayung Nusantara. You would found the daily Indonesia in his gowns collection.
Continue >>

Sunday, September 07, 2008

Live! Disney's Three Classic Fairy Tales


Setelah lebaran berlalu, ajak anak-anak dan keponakan (atau kawan-kawan juga) untuk nonton Disney Live! Three Classic Fairy Tales. Pergelaran ini akan mempersembahkan tokoh-tokoh kesayangan anak-anak seperti Snow White & Seven Dwarfs, Cinderella, serta Beauty and the Beast. Inilah kesempatan langka untuk memanjakan putra-putri kesayangan Anda dengan suatu pertunjukan kelas dunia yang menghibur dan mendidik. Kabarnya, di acara yang untuk pertama kali digelar di Asia Tenggara ini, kita semua bisa ketawa, ikut menyanyi (kalau Anda kenal lagu-lagunya), atau sekalian menari dan tepuk tangan bersama-sama tokoh-tokoh kesayangan anak-anak (dan mungkin Anda juga!). Dan yang jelas, di sini ada iringan musik indah gaya broadway, setting spektakuler, serta kostum yang dijamin menarik. Jadi, "Let the magic touch your heart!"

Acara akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, dari tanggal 3 – 12 Oktober 2008.
Ticket VIP: Rp. 595.000, Gold: Rp. 455.000, Silver: Rp. 296.000, Tribune: Rp. 95.000
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi (021) 6855 2105-06 atau klik www.disneylive-asia.com. Continue >>

Wednesday, July 23, 2008

Didi Budiardjo: Paramour

Photobucket

Didi Budiardjo was showing Paramour, his evening and wedding collection 2008-2009, at Hotel Mulia, Jakarta (23/07). He create hour glass silhouette collection, ranging from slim till spectacularly volume, using material such as chiffon, taffeta, lace, tulle, shantung and organza. The 46 gown and 20 kid’s gown was presented in Paris atmosphere at the 50’s, with the stage designed as a French-garden alike. He brought down the fairy tale world to real, as he is renowned so far.

Photobucket

"Designing with love, experimenting with new thoughts, as well as finding some innovations and new developments, it is inspired by Dior's flowery gown, flower fragrance of Jollie Madame perfume (Pierre Balmain), and the 50's haute couture," the Atelier Fleuri Delaporte Paris alumnus (1991) told. Joining him yesterday was Peter Saerang for make up and hair do, Rinaldy A. Yunardi for accessories, and Fendy Wong Hand Made Shoes. Continue >>

Friday, June 27, 2008

Dino Disappointment

Ingin mengetahui secara lebih dekat mahkluk raksasa dinosaurus yang pernah tampil di film trilogi Jurassic Park? Anda tak perlu bingung mencarinya. Soalnya, 31 dinosaurus Jurassic Park yang didatangkan langsung dari Universal Studios di Amerika Serikat (8 dari Jepang) itu singgah ke Indonesia. Robot-robot raksasa yang telah punah itu hadir di Plaza Tenggara Senayan mulai 21 Juni hingga 20 Juli mendatang.

Photobucket

Namun sebaiknya jangan terlalu berharap banyak dari Dino Summer Holiday. Ketika berkunjung hari Minggu lalu, saya menyayangkan beberapa detil penyelenggaraan (mari tak perlu sungkan berdalih, manusia tiada yang sempurna). Beberapa hal tersebut antara lain adalah: penataan di lokasi dino yang kurang rapi dan pencahayaan yang bisa lebih baik. Detil AC yang kokoh mencuri perhatian, perangkat mekanik yang mnyertai robot juga kurang indah tersamarkan. Harapan untuk mendapati suasana masa lalu yang gelap dramatis jadi agak terganggu. Apalagi ditunjang para presenter yang terasa kurang berkarakter dan luwes dalam memperkenalkan dino-dino itu. Heran, apakah tidak ada standarisasi penyajian, atau hanya saya yang berharap berlebihan?

Photobucket

Lalu penjagaan kebersihan di lokasi, terutama di area makan (bo, please deh, sampah is everywhere!). Walaupun ini juga berkenaan dengan mental para pengunjung yang membuang sampah sembarangan, tapi ada baiknya ini diantisipasi sejak awal. Entah kenapa saya juga merasa penataan booth dari pintu masuk menuju lokasi kandang dino juga terlalu jarang, sehingga kesannya kosong. Akibatnya (akibat?), floor covering carpet-nya jadi terlihat dikerjakan asal. Ketidak siapan lain adalah Simulator Dino juga belom beroperasi, karena dalam tempelan tulisan-tangan dinyatakan belum siap (mungkinkah ini harus dimaklumi, karena saya mengunjungi di hari kedua, pada tanggal 22/6?).

Beberapa detil lain yang juga patut dipertimbangkan sebelum mengajak putra-putri tercinta mungkin bisa dilihat di sini. Bila tanpa rabat, harga karcis masuk adalah Rp 150ribu. Bagaimanapun, setidaknya anak-anak punya pilihan acara liburan, dan Jakarta kita semakin 'hidup'.

•Terima kasih foto-fotonya, Yunus. Continue >>
hit tracker
hit tracker